Mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Rupa 2017 Mengikuti Workshop Pengembangan Perangkat Pembelajaran SMA Model Terbaru

Dalam rangka mengembangkan pemahaman terhadap pengembangan perangkat pembelajaran, Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya menggelar Workshop Pengembangan Perangkat Pembelajaran SMA Model Terbaru bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa pada Senin, 4 November 2019. di Gedung T3.02.13. Kegiatan ini diikuti oleh 65 mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa angkatan 2017. Program ini merupakan kesempatan yang diberikan Jurusan Seni Rupa kepada mahasiswa dalam agenda kegiatan Pekan Ilmiah Universitas Negeri Surabaya yang bertujuan untuk mengembangkan kompetensi lulusan Program Studi Pendidikan Seni Rupa sebelum melaksanakan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di semester mendatang. Bertindak sebagai pembicara dalam workshop yaitu Muheri Palwanto, S.Pd., M.Pd., dari SMA N 1 Krian, Sidoarjo, Jawa Timur.

WhatsApp Image 2019-11-05 at 08.04.20Kegiatan ini dibuka oleh Drs. Muhajir, M.Si. Dalam sambutannya, Muhajir menekankan pentingnya  mahasiswa calon guru menguasai dan menyadari pengembangan perangkat dan media pembelajaran kolaboratif dalam memperbaiki perangkat pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan pendidikan di sekolah. Untuk itu, Muhajir menilai, perangkat pembelajaran yang baik bisa dihasilkan jika semua stakeholder dan pengguna ikut terlibat dalam penyusunannya, dan mahasiswa calon guru untuk mempersiapkan dirinya dengan baik.

WhatsApp Image 2019-11-05 at 08.04.18Muhajir juga menekankan kepada mahasiswa peserta workshop agar mampu menyesuaikan diri dengan kondisi terkini. Menurut beliau, anak yang diajarkan saat ini adalah generasi millenial. Mereka hidup di era revolusi industri 4.0 yang akrab dengan dunia digital dan kecerdasan buatan. Sementara, pengajar saat ini kebanyakan generasi yang hidup di era revolusi industri 3.0. Tak heran, mahasiswa dan siswa sekarang cenderung lebih pintar. Mereka lebih paham tentang berbagai hal meski tak membaca buku. Melihat kondisi ini, Muhajir tak menutup kemungkinan jika kelak keberadaan guru tergantikan dengan teknologi. Namun, beliau menekankan, tetap ada sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. Itulah yang dapat dimanfaatkan dengan langkah awalnya ialah lewat perbaikan dan pengembangan perangkat pembelajaran yang mesti mengikuti zaman.

WhatsApp Image 2019-11-05 at 08.04.16Bunda Rendra, salah satu mahasiswa yang mengikuti workshop mengatakan “saya sangat senang sekali mengikuti workshop ini. Sangat bermanfaat bagi saya yang sedang mengerjakan skripsi tentang pengembangan pembelajaran, juga bagi saya dan teman-teman seangkatan sebagai salah satu persiapan menghadapi PLP di semester mendatang”. (@paktejos)

Comments are closed.

© 2014 JURUSAN SENI RUPA . ALL RIGHTS RESERVED.