Jurusan Seni Rupa Menyelenggarakan Workhsop Pembuatan Perhiasan Memanfaatkan Bahan Sisa

Industri kerajinan nasional diyakini dapat memberikan sumbangsih besar kepada devisa negara. Sektor kriya yang merupakan salah satu dari kelompok industri kreatif sudah memiliki jaringan pasar yang luas di mancanegara, seperti Eropa dan Amerika Serikat (AS). Oleh karenanya, Jurusan Seni Rupa, Unversitas Negeri Surabaya aktif mempromosikan produk kerajinan nasional dengan cara menyelenggarakan Workshop Pembuatan Perhiasan pada Selasa, 5 November 2019 di Studio Kriya Logam, FBS, Unesa. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Jurusan Seni Rupa dan Peraba, dengan peserta 30 mahasiswa peminatan dari Jurusan Seni Rupa. Selain workshop pembuatan, acara ini juga memberikan pengenalan pada alat-alat dan teknik yg tidak diajarkan di perkuliahan.

WhatsApp Image 2019-11-05 at 09.20.24Fasilitator pelatihan kali ini adalah Sutoyo, B.Sc., Ketua Asosiasi Perajin Perhiasan dan Batu Permata (Peraba) Sidoarjo, dan Mulya salah satu pengrajin di Toyo Galeri Buncitan Sedati. Mereka sebagai praktisi dan produsen cenderamata berbahan logam yang kerap mengikuti pameran produk industri kreatif. Sebagai produsen, beliau juga melayani pesanan-pesanan dari berbagai lembaga, utamanya lembaga bisnis.

WhatsApp Image 2019-11-05 at 11.05.54Menurut Dra. Indah Chrysanti Angge, M.Sn., selaku Ketua Jurusan Seni Rupa dan koordinator acara menyampaikan, kekuatan industri kerajinan nasional didukung dari sumber bahan baku alami yang melimpah, keragaman budaya Nusantara, dan keahlian para perajin. Di tengah bergulirnya revolusi industri 4.0, industri kerajinan nasional juga dipacu untuk turut bersaing di tengah perkembangan teknologi yang kian masif.

WhatsApp Image 2019-11-05 at 11.06.07”Peserta pelatihan tiga puluh orang, mereka berasal dari Jurusan Seni Rupa. Pelatihan ini diarahkan untuk mendukung pengembangan potensi kreatif mahasiswa di bidang kriya logam”, ujar Chrysanti. “Pada saat ini pun, penggunaan seni kriya logam sangatlah eksis. Tekstur yang padat dan kuat, membuat logam dipilih sebagai bahan dasar yang banyak digunakan di industri kreatif, yaitu perhiasan”, tambahnya.

WhatsApp Image 2019-11-05 at 12.52.50

Bunda Rendra sebagai salah satu peserta workshop mengatakan “menurut saya workshopnya sangat bermanfaat karena mengurangi limbah kemudian dimanfaatkan menjadi barang yang berguna dan bernilai ekonomi tinggi untuk berkontribusi dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif bangsa dan negara”. Rahma menambahkan “selain itu, kegiatan ini mampu meningkatkan kreativitas dalam pengelolaan limbah, karena saya rasa hal ini memberi bukti nyata dalam pengembangan daya kreatif mahasiswa Jurusan Seni Rupa”. Mereka berdua menginginkan kegiatan ini diselenggarakan setiap bulan dan difasilitasi dengan pameran sebagai output kegiatannya. (@paktejos dan Ika Anggun)

Comments are closed.

© 2014 JURUSAN SENI RUPA . ALL RIGHTS RESERVED.