Cerita Dua Orang Mahasiswa Seni Rupa Unesa Jadikan Laboratorium untuk Cari Tambahan Uang Saku

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Mahasiswa Surabaya Universitas Negeri Surabaya (Unesa) jurusan Seni Rupa membuat kerajinan berupa ukiran, lukisan, dan patung di ruang laboratorium seni, Kampus Unesa, Jalan Lidah Wetan, Surabaya, Jawa Timur.

Seperti Rizal, mahasiswa jurusan Seni Rupa semester 4 ini mengaku bahwa sejak masuk di perkuliahan dirinya sudah mulai mendapatkan tawaran pesanan karya seni dari masyarakat.

Karya yang dipesan bermacam-macam, ada patung, ukiran, anyaman, dan lain-lain.

“Kami sering mendapat pesanan dari masyarakat mas, apalagi orang-orang penggemar karya seni rupa banyak yang memesan disini,” kata pria berkacamata ini kepada Tribunjatim.com, Rabu (16/5/2017).

Laboratorium seni rupa yang biasanya digunakan sebagai tempat berlangsungnya perkuliahan, dijadikan oleh Rizal dan teman-temannya untuk membuat pesanan dari orang-orang penggemar seni. Banyak kolektor yang sengaja datang dari berbagai daerah di Jawa Timut untuk memesan karya seni rupa di kampus.

Tak jarang Rizal dan teman-temannya menginap berhari-hari di laboratorium seni untuk mengerjakan pesanan. Menurutnya laboratorium seni sudah menjadi tempat tinggal kedua setelah kos kosan. Hal yang sama juga dikatakan oleh Amri.

Menurut mahasiswa seni rupa semester 4 itu, dia lebih sering menghabiskan waktu di laboratorium untuk mengerjakan pesanan karya seni rupa. Karena menurutnya semakin banyak karya yang dihasilkan pundi pundi rupiah juga akan semakin besar didapatkan. Mahasiswa berambut gondrong ini menjelaskan bahwa uang hasil penjualan karya seni rupa yang dihasilkan bersana rekan-rekannya sedikit banyak mampu membantu biaya hidup pada masa perkuliahan.

“Iya lumayan mas bisa buat nambah uang saku bulanan selama perkuliahan. Meskipun secara umum kami sudah dibiayai perkuliahan oleh kedua orang tua,” kata Amri.

Sedikit banyak, lanjut Amri uang hasil penjualan karya seni bersama rekan-rekannya tersebut disimpan untuk difungsikan saat tidak punya uang. Soal pembagian hasil, menurutnya tidak ada masalah, karena selama ini semuanya dibagi secara merata kepada masing-masing anak yang ikut berperan dalam memghasilkan karya yang laku untuk dijual.

Mengenai izin tempat laboratorium seni digunakan untuk menghasilkan karya yang layak jual.

Pihaknya mengaku telah mendapatkan izin dari birokrasi kampusnya, tentunya dengan beberapa aturan khusus.

Sumber: 

http://jatim.tribunnews.com/2017/05/17/cerita-dua-orang-mahasiswa-seni-rupa-unesa-jadikan-laboratorium-untuk-cari-tambahan-uang-saku

Comments are closed.

© 2014 JURUSAN SENI RUPA . ALL RIGHTS RESERVED.