Bedah Buku di Acara Ngibadah Jurusan Seni Rupa

Jurusan Seni Rupa dan Jurusan Desain menyelenggarakan kegiatan Ngibadah (Ngaji Ba’da Kuliah). Kegiatan ini merupakan kegiatan yang digagas oleh beberapa pengajar di Jurusan Seni Rupa dan Jurusan Desain yaitu M Bayu Tejo S, M Ariffudin Islam, Tri Cahyo K., Marsudi, dan Condro Wier. Kegiatan ini diadakan untuk menghidupi kampus dengan kegiatan akademis di malam hari. Seperti yang sudah diketahui, bahwasanya kampus Jurusan Seni Rupa dan Desain adalah kampus yang aktif 24 jam. namun sebelumnya, kegiatan yang menghidupi ada di Studio Kayu dan Batik, di mana banyak mahasiswa dan dosen yang masih berkarya pada jam-jam malam. Oleh karenanya, diadakanlah kegiatan Ngibadah, untuk mewadahi kegiatan yang berada di dalam ruang kelas.
Kegiatan Ngibadah episode pertama adalah bedah buku. Buku yang dibedah adalah buku karya Hans van Maneen yang berjudul How to Study Art Worlds.
1537135263042_NGIBADAH 1
Buku ini mengawali pembahasannya dengan mengajak kita untuk kembali mengingat-ingat era awal para filsuf dan sosiolog seni saling memberikan respon dan idenya terhadap hubungan seni, keindahan di dalamnya, bagaimana seni diproduksi, respon terhadap seni, dan fungsinya dalam masyarakat. Dasar pemikiran mereka adalah pandangan umum terhadap seni pada masa itu, yaitu field, network, dan system, yang bertujuan untuk memunculkan bagaimana seni berorganisasi di masyarakat dan fungsi seni dalam masyarakat. Di zaman 1960an, negosiasi dunia seni berlangsung pada ranah distingsi antar jenis seni, yaitu antara yang berasal dari ide pribadinya dan yang dari fenomena budaya.
Buku ini memiliki dua tujuan: pertama, untuk mempersiapkan para praktisi seni dengan teori tentang apa yang dapat dilakukan oleh seni baik di komunitas lokal maupun masyarakat luas untuk mendukung penguatan kekuatan sosial masyarakat melalui berbagai bentuk seni; kedua, untuk mempersiapkan para ilmuan seni dengan informasi terhadap karya seni untuk memfungsikan seni dalam masyarakat. Lebih lanjut, buku ini ingin menyatukan sisi organisasi dari dunia seni dan pemahaman fungsi seni dalam budaya kita. Hans van Maneen menetapkan bagaimana organisasi dunia seni melayani fungsi seni di masyarakat.
Buku ini dibagi menjadi tiga bagian, yang pertama menyajikan studi perbandingan pendekatan untuk memasuki dunia seni seperti yang dipraktekkan antara lain oleh Dickie, Becker, Bourdieu, Heinich, dan Luhmann. Bagian kedua berfokus pada perdebatan filosofis tentang ‘pengalaman estetik’. Selain Kant, juga dimunculkan peikiran para ilmuan seperti Gadamer, Foster, Shustermann, Schaeffer, dan Carroll. Pada bagian ketiga, van Maneen menelusuri konsekuensi dari pendekatan teoretis ini terhadap organisasi praktik-praktik dunia seni.
20181003_200602
Kegiatan Ngibadah episode pertama ini dihadiri 30 peserta, mulai dari dosen, mahasiswa, dan umum. Kegiatan Ngibadah akan diadakan rutin 1x setiap 3-4 minggu dengan tema dan pembahasan yang berbeda.

Comments are closed.

© 2014 JURUSAN SENI RUPA . ALL RIGHTS RESERVED.