“Krisis Komik” dari Jurusan Seni Rupa dan Jurusan Desain Unesa Goes to Mangafest Yogyakarta 2019

Pada tanggal 26 November 2019 sampai 27 November 2019 Komunitas Krisis Komik yang berasal dari Jurusan Seni Rupa dan Jurusan Desain Universitas Negeri Surabaya, membuka stand di komiket Mangafest Yogyakarta 2019 dengan penjualan produk-produk original hasil buatan komunitas ini. Ada 50 anggota di forum krisis komik dan 5 orang yang aktif mengelola Studio. Dalam acara mangafest tahun ini membawa 13 anggota yang 5 orang berasal dari Studio Krisis Komik dan yang lainnya adalah anggota forum. Yang terdiri dari berbagai jurusan mulai dari Pendidikan Seni Rupa, Seni Rupa Murni,dan Desain Komunikasi Visual. Krisis Komik sendiri merupakan sebuah komunitas yang didirikan oleh 3 orang yaitu mahasiswa dari Universitas Negeri Surabaya yaitu Toni D.K, Faris, dan Kemal. Sudah berjalan sekitar  3 tahunan yang lalu. Awalnya komik yang di buat di bagikan secara gratis dan merupakan komik kompilasi. Kemudian pada acara pameran sektor kotor dengan tema besok Krisis komik membuka stand dan menjual komik untuk pertama kalinya dengan judul “Besok” mengikuti tema dari pameran yang di adakan. Tetap dengan komik kompilasi yang di buat oleh 3 orang pendirinya. Yang kedua pada event pameran Buffalo Gathering dengan tema “Simbiotik” pada tahun 2017 dengan membuat komik yang mengikuti tema pameran dengan cerita dan sedikit perubahan di covernya dan tetap merupakan komik kompilasi dengan 3 cerita di dalamnya pada pameran “Toxid gen” yang di adakan oleh Kecoak Timur dengan menerbitkan satu komik yang berisi 12 karya komikus anggota krisis komik. Mengangkat cerita yang berbeda-beda dan beragam tetapi tetap dengan ciri khas komikusnya masing-masing.

Screen Shot 2019-11-08 at 08.35.03Pada acara mangafest ini yang mana lokasi event ini bertempat di Gedung Jogja Expo Center yang beralamat di Jalan Janti kecamatan Banguntapan,Bantul Yogyakarta. Mangafest sendiri merupakan event tahunan yang di adakan oleh Jurusan Bahasa Jepang Universitas Gadjah Mada ( UGM) dan merupakan event  komik tahunan pertama di Indonesia dan salah satu festival Jepang terbesar di kelasnya. Acara ini terbagi menjadi 2 yaitu stand khusus komik yang di dalamnnya juga berisi lapak penjualan komikus undangan sekelas Sweta kartika, Sisca Anggraini, Forum Komik Jogja,Matto Haq,dan beberapa stand official dari bumilangit, huion,ximplah_cs, MgCI, Mangatoon, Mayora, Ikuzo. Serta ada stand khusus merchandise ala-ala anime dan kebanyakan adalah memang pernak-pernik khas Jepang, ditambah lagi dengan stand makanan yang menghiasi setiap sudut bagian depan panggung hiburan. Panggung hiburan juga menjadi sarana hiburan dengan penampilan musik, penampilan dari girlband yang menyanyikan dan menarikan lagu jepang juga cosplayers. Hiburan ini juga terbagi atas 2 yaitu panggung khusus hiburan bagi pecinta kebudayaan jepang yang kedua adalah panggung khusus komikus. Yang mana juga panggung khusus komikus ini di isi dengan talkshow dari komikus ternama yaitu Sweta kartika, Kurnia Harta winata dan workshop dari Oya Sujiwo dan Deny Cahyono  dan dari Ikuzo mengenai bagaimana cara pembuatan komik dan juga pembuatan karakter komik. serta launching komik dari M & C dan bumilangit yang berjudul “Si buta dari goa hantu 3” dan lingkarya moesia launching majalah amazin serta launching apps dari Ragasukma.

Screen Shot 2019-11-08 at 08.39.38Acara yang di gelar cukup meriah dengan pembukaan pada pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB. Antrian tiket yang tidak pernah sepi dari pagi hingga siang hari juga menambah antusias dan kemeriahan acara ini. Krisis Komik sendiri mendapat stand Comiket Booth 38. Khusus untuk Event ini Krisis komik menerbitkan 3 Series Komik yang di buat oleh 3 komikus yaitu Genta dkk dari DKV dengan judul “ Wong Gendeng” komik ini berisi kompilasi 4 judul cerita yang berbeda, selanjutnya Fitri Nurdiansyah dari PSR dengan judul Sejarah Goa Ngerong” merupakan komik dengan genre sejarah muatan kisah – kisah khas dari daerah asalnya yaitu Tuban komik ini juga bisa di jadikan sarana edukasi karena memuat informasi dari sumber terpercaya dan gaya gambar yang unik dan lucu. Yang terakhir adalah Toni D.K dari SRM dengan judul “Black List” merupakan genre action horor cerita ini di angkat dari pertempuran antara setan dan pendekar dengan memasukkan narasi-narasi, latar, dan bahkan kebudayaan dari Indonesia yang menjadi ciri khas dari komik ini. Tidak hanya komik saja tetapi juga menjual pernak-pernik seperti stiker dari maskot krisis komik dan juga stiker dari beberapa anggota forum. Dan membuka open submission juga.

Screen Shot 2019-11-08 at 08.39.52Pada hari pertama sangat ramai dan stand krisis komik tidak sepi. Kami dengan antusias menawarkan kepada setiap pengunjung yang hadir dengan tetap bersikap ramah agar pengunjung dapat mampir ke Stand. Terlebih juga membagikan pembatas buku secara gratis dengan gambar karakter original yang di buat oleh anggota forum krisis komik. Dan hasilnya pada hari pertama Komik Series Black List habis terjual. Di tambah lagi dengan stiker dan juga satu komik dari volume 2 yang laku terjual. Banyak antusiasme dari para pengunjung juga memberikan kritik dan saran. Misalnya saja dari Yangoye merupakan pengunjung asal Bojonegoro, “ Gilaaa!!! Komik ini menarik sekali sih! Karakter dari tokoh ceweknya mungkin bisa sedikit di beri perubahan pada pedangnya!”. Adapun juga Darwin yang memborong beberapa komik dari beberapa stand juga membeli komik dari series “Black List “ Karya Toni D.K tak lupa juga pengunjung juga meminta tanda tangan dari setiap komikusnya. Pada hari kedua juga tetap ramai dan salah satu pendapat dari pengunjung ,“ Saya suka komiknya lucu dan berisi edukasi ! “ ucap Nisrina salah satu pengunjung yang berasal dari Surakarta. Selanjutnya meminta foto dan tanda tangan dengan komikusnya yaitu Fitri Nurdiansyah.  Adapun dari pembeli yang membeli komik series volume 3 yang berisi 12 kompilasi komik dari komikus yang berbeda berkata, “Saya beli series komik ini isinya beragam dan ceritanya menarik dan lagi yang series “ Wong Gendeng” juga ceritanya banyak!”.

Keikutsertaan Krisis Komik sebagai wakil dari Jurusan Seni Rupa dan Jurusan Desain Unesa dipercaya mampu memperlihatkan komik sebagai bagian budaya Indonesia yang amat penting. Diharapkan dengan keikutsertaan mereka dapat memantik daya kreatif dan mendorong mahasiswa untuk lebih berani berkontribusi di event-event seni berskala Nasional.

Comments are closed.

© 2014 JURUSAN SENI RUPA . ALL RIGHTS RESERVED.